Rabu, 04 Januari 2012

Menentukan Gagasan Dalam Mengarang Bahasa Indonesia

Materi Bahasa Indonesia

Menentukan Gagasan.

          Gagasan adalah pesan batin yang dimiliki oleh seseorang yang dapat diketahui dari tuturan atau tulisannya. Gagasan dibentuk dan dipengaruhi oleh keinginan, kebutuhan, pendapat, renungan, sikap, pengetahuan, pengalama, pengamatan, dan penolakan atas sesuatu.

          Berbeda dengan gagasan seorang pelajar yang hendak menyusun karya tulis. Umumnya mereka hanya sekedar memenuhi kewajiban daripada gagasan untuk meneliti atau ingin tahu lebih mendalam tentang hal yang ditulisnya dalam karya tulis itu.

          Kita semua mempunyai gagasan, tetapi tidak semua kita dapat menuliskannya. Ternyata ada sejumlah hambatan untuk dapat menuangkan gagasan menjadi sebuah tulisan. Hambatan itu dapat dihimpun sebagai berikut :
  1. merasa tidak mampu mengarang
  2. merasa gagasannya tidak istimewa
  3. merasa takut salah
  4. merasa takut dikritik orang lain
  5. merasa kurang mempunyai data untuk mengarang dengan tema tertentu
  6. merasa tidak terlatih.

Sekurang-kurangnnya ada tiga perangkat yang harus dimiliki oleh seorang penulis, yaitu mempunyai gagasan yang berakal menjadi.
  1. Substansi Karangan
Gagasan merupakan modal utama seorang penulis. Tulisan yang menarik tidak selalu berasal dari gagasan besar, gagasan yang rumit, atau gagasan yang eksklusif. Gagasan yang sederhana pun dapat dituliskan menjadi karangan yang menarik apabila disajikan melalui strategi dan gaya yang memikat.
  1. Strategi Mengarang
Adapun yang disebut dengan strategi mengarang disini ialah rencana yang cermat untuk memulai mengarang sehingga menghasilkan karangan yang baik. Rencana mengarang biasanya berkisar pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut.
    • Apakah yang ingin saya tuliskan?
    • Kepada siapakah tulisan ini saya tunjukan?
    • Sasaran apakah yang ingin saya capai?
    • Bagaimana memilih bahan-bahan itu dan mengaturnya?

Jawaban itu adalah:
·         Mencari dan menemukan gagasan utama
·         Memecahkan gagasan utama menjadi beberapa gagasan yang lebih spesifik
·         Memilih satu gagasan yang spesifik yang paling menarik dan terpahami
·         Mengurai tesis menjadi karangan-karangan yang sistematis.
  1. Gaya Mengarang
Yang dimaksud adalah sebagai tampilan keseluruhan persiapan dan proses mengarang. Keseluruhan persiapan dan proses mengarang adalah hasil mengarang atau berupa karangan itu sendiri.
Gaya mengarang lebih banyak akan berjaitan dengan persoalan pemakaian bahasa yang meliputi efektivitas penggunaan tanda-tanda baca, efektivitas penggunaan pilihan kata dan istilah, efektivitas dan kegunaan mengemas ide dalam kalimat, efektivitas dan keharmonisan merangkai kalimat menjadi alinea-alinea, serta efektivitas merangkai alinea-alinea menjadi sebuah bangun karangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar